Draupadi (5)

Draupadi (5)

Aku tidak bisa menutupi kegelisahanku menjelang penyamaran di Negeri Matsya. Meskipun Arjuna menjelaskan bahwa negeri tersebut diperintah oleh Raja Witara. Seorang laki-laki tua yang selalu menjunjung tinggi dharma dan bersimpati terhadap Pandawa. Sungguh aku berharap…

Draupadi (4)

Draupadi (4)

Hanya Yudhistira, pambarep Pendawa itu yang tetap tenang dalam menjalani masa-masa sulit di rimba Kamyaka. Hidup di hutan dalam pembuangan dan bercawat kulit kayu baginya tidak ada bedanya dengan hidup di istana megah Indraprastha. Duduk di akar pohon atau…

Draupadi (3)

Draupadi (3)

Aku hampir muntah mendengar kalimat Dristarasta. Aku tidak mendengar ketulusan dari nada suara itu. Aku hanya mendengar nada ketakutan dan putus asah seorang raja negara besar seperti Hastinapura. Aku tahu bahwa apa yang disampaikan oleh Distarasta itu pasti…

Draupadi (2)

Draupadi (2)

Entah ada yang mendengar atau tidak kalimat yang terus keluar dari mulutku di arena pertaruhan itu. Tapi aku terus bertanya, menggugat dan menuntut apa yang seharusnya diberikan kepada perempuan. Menurutku kaum kesatria telah merampas hak perempuan yang telah…

Draupadi (1)

Draupadi (1)

Semua orang mungkin berpikir bahwa aku adalah satu-satunya perempuan di dunia yang paling berbahagia. Bagaimana tidak, aku istri Pandawa. Istri para kesatria yang diinginkan oleh setiap perempuan, bahkan oleh mereka yang telah memiliki suami. Banyak perempuan…

Drona

Drona

Senapati tua itu tubuhnya menggigil, hatinya terasa ngilu mengingat kematian Abhimanyu. Bukan hanya martabatnya sebagai senapati agung Hastinapura yang terkoyok, tapi jiwanya sebagai manusia juga telah hancur. Perlakukan terhadap Abhimanyu sungguh biadab, meskipun dilakukan…

Kemenyan (2)

Kemenyan (2)

Aku terdiam. Harus aku akui bahwa hanya sampai di situ pengertian dan pemahamanku tentang alasan ibu membakar kemenyan. Aku tidak pernah mengganggap apa yang dilakukan oleh ibu itu perbuatan menyekutukan Tuhan. Bagiku, perbuatan ibu yang aku warisi itu tidak lebih dari…

Kunti

Kunti

Perempuan tua itu masih tenggelam dalam samadinya, bahkan kesadarnya telah memasuki jagad kasunyatan yang suwung. Api telah membakar gubuk kayu tempatnya bernaung, tapi samadinya tidak terganggu sedikitpun. Ketika asap mulai menggulung tubuhnya, ia melepaskan semua…