Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google
Home » Entries posted by Dwi Klik Santosa (Page 7)
Stories written by Dwi Klik Santosa

Engkau Memiliki Kembar Indah

Engkau Memiliki Kembar Indah

Dan, begitulah. Seperti anak panah dilepas dari regang busurnya. Waktu melaju, tanpa kenal khianat. Kesibukan demi bertahan dan melanjutkan hidup, memaksakan diri harus bergelut dan bergulat sepenuh-penuh. Telah berhari-hari tak…

Mari Membuat Cerita Lagi

Mari Membuat Cerita Lagi

Sandra Niessen adalah antropolog kelahiran negeri bunga tulip. Tercatat dalam buku monumentalnya Legacy in Cloth selama 30 tahun, beliau meneliti Batik Ulos Batak dari banyak sudut. Sosial, budaya, religi hingga…

Pertanyaan-pertanyaan Angin

Pertanyaan-pertanyaan Angin

Angin si pembawa amanah. Serba misterius kiranya keberadaannya. Sebagai oksigen ia bisa juga dinamai udara, dan karenanya makhluk hidup bisa bernafas dan melangsungkan hidup. Sebagai sesuatu yang bergerak hebat, ia…

Balada Jumat Kelabu

Balada Jumat Kelabu

jum’at, pada suatu petang...aku mengalami jeda yang paling tidak kusukai...rute jalan pulang keseharianku nampak tidak seperti biasanya...sepanjang langkah,...wajah orang-orang bagai saja undur-undur, alien dan buto ijo...menuju kompleks perumahan arah rumahku…

Mudik

Mudik

Menuju udik. Dari tahun ke tahun, kiranya kata ini sangat akrab dalam kenanganku. Maklum, petualang atau tepatnya perantau. Yang bergerak sepenuh semangat mencari peruntungan di tanah basah. Demi sebuah tekad…

Kepadamu

Kepadamu

Manusia itu mahkluk yang unik. Ya, memang, begitu. Begitu kata seorang humanis Dr. Alexis Carrel dalam bukunya Misteri Manusia. Bahwa barangkali tidak ada satu pun dari bermilyar manusia di dunia…

Malam 16 Agustus

Malam 16 Agustus

Ah, kemerdekaan. Betapa lebih sering menjadikan anak-anak bangsa kucal. Suka terbang bagai laron-laron … dalam jalang mata, bergerak menuju jejak-jejak kalang. Kabut yang kelabu. Yang menggantang. Mengambang. Membentur dan menumbuk…

Mimpi-mimpi

Mimpi-mimpi

“Aku tidak ingin minta apa-apa lagi, sungguh!” Begitu kataku kepada perempuan kecil dan agung itu...yang hadir tercipta dari cahya gaib itu pada suatu ketika...Namun ia yang lugu dan asih itu…