Rembulan Ungu

Rembulan Ungu

Malam berkata padaku bahwa kesunyian adalah jiwaNya…Aku menjadi rintik dari qodar yang Kekal…Lalu gemintang tak bergerak sejengkalpun…Hanya matanya menatap tajam menyayat hening kalbuku…Malam lalu berkata lagi tentang rembulan ungu di langit kelabu…Aku sampaikan padanya tentang…

Tangisan Rumah Tuhan

Tangisan Rumah Tuhan

Aku mencari, Rumah Tuhan berpijar oleh tasbih dan tahmid tak berkesudahan..Aku temukan, Rumah Tuhan nelangsa bahkan menangis disebab hilang kesadaran…Rumah Tuhan, terkulai saat adzan dikumandangkan…Rumah Tuhan, berdiri lunglai dan kian dilupakan…Dalam rumahku, Tuhan…

Tahiyat Waktu

Tahiyat Waktu

Kuhampiri sebuah ketir dalam ruku’…Telanjangku menata masa terdahulu…Menanti hilang rasa tiada menentu…Dalam takbir yang menderu kalbu…Kutamatkan dengan tahiyat segala pilu…Dilipat dalam taslim-taslim merdu…Kini tinggal kurasa rindu…Mataku tuk segera mereguk temu…

Lelaki Pencemburu

Lelaki Pencemburu

Lelaki pencemburu itu bernama halimun dan kini menjadi hujan setelah fajar menyembunyikannya di antara shubuh dan dluha
Dihatikannya nyanyian katak dari sawah dan pematang kolam ikan yang terdengar rindang selaik daun pohon rambutan yang menjulur ke wajahnya…

Tarian Rindu

Tarian Rindu

malam larut di bibir jiwaku yang kian beku…aku inginkan jumpa dalam tawa dengan badai…sehingga matamu yang kuteguk…teduhnya…membaringkanku di atas rumput taman hatimu…telah kutanggalkan matahari dan rembulan sunyi…dari tatapan demi tatapan pilu…

Sebulan Yang Lalu

Sebulan Yang Lalu

Sebulan yang lalu, kau membawaku ke sebuah rumah berisi perasaanmu…Kau hidangi aku rindu yang mengkarat dari pelupuk mata bathinmu…Hingga aku tak ingin keluar lagi dan menjadikannya tempat tinggal…ya, itu sebulan lalu….Sebulan yang lalu aku berkata padamu…Bahwa…

Tangisan Rembulan Sebelum Fajar

Tangisan Rembulan Sebelum Fajar

aku tak ingat akan sepucuk surat yang dikirim hujan…entah itu tentang waktu yang empedu, atau…justru tentang lukisan hening berwarna tabu…namun aku hanya mencoba mengakhiri perih…bekas torehan matahari tempo dulu…aku hanya rembulan yang menangis sebelum fajar…

Cermin

Cermin

air kali membandang. tak dihiraukan oleh budi. aornya semakin keruh. tak diindah juga olehnya. hujan semakin deras, deras, dan deras… sekali. angin bertiup seperti membabi buta. pohon kelapa tumbang membelah kali. tak juga diacuhkannya. hingga akhirnya…BUKKK…