Marto Sapi

Marto Sapi

Handoko Widagdo – Solo Kami memanggilnya ‘Marto Sapi’. Orangnya kurus. Sudah tua. Garit-garit di wajahnya yang hitam tampak jelas. Rambutnya yang sudah dua warna dikuncir di belakang. Tulang kakinya seakan hanya terbungkus oleh kulitnya yang juga hitam. Namun kaki itu sangat kokoh. Bahu dan iganya tak lagi terlihat kekar. Namun bahu dan iga-iga itu masih […]

Jangan Memberi!

Jangan Memberi!

Handoko Widagdo – Solo Truk adalah berkah. Sopirnya adalah malaikat bagi kami. Setiap datang, kami segera mengepungnya. Merubungnya. Menjarah. Kami bersaing dengan lalat dan sapi untuk mencari celah. Namun kami tahu cara berbagi. Bagian sampah yang basah dan hijau milik sapi. Yang busuk milik lalat. Kardus dan plastik adalah bagian kami. Beruntunglah aku mendapatkan kardus […]

Engkong

Engkong

Handoko Widagdo – Solo Sampai sekarang saya tidak bisa mendapat penjelasan kenapa ia dipanggil seperti itu. Tetangga-tetangga kami di kampung memanggilnya Bah Gendhot. Namanya Kwee Sin Hwat. Mungkin karena sulitnya lidah Jawa mengucapkan Sin Hwat, akhirnya Gendhotlah yang menjadi nama popularnya. Tetangga-tetangga kampung kami bahkan tidak tahu bahwa ia mempunyai nama Indonesia, tepatnya nama Jawa. […]

1 37 38 39