Surat Lusuh di Sudut Taman

Surat Lusuh di Sudut Taman

Surat lusuh di sudut taman menarik perhatianku untuk memungut dan membacanya. Ia tergeletak begitu saja, dengan amplop tersobek di bagian sampingnya, dengan kertas surat yang telah lusuh tepat di samping kirinya. Entah siapa yang membuangnya. Entah apa pula motivasinya…

Melati Putih Bertahta Embun

Melati Putih Bertahta Embun

Kami menuju kota, sebuah kota yang sama sekali aku tak pernah menginjaknya. Aku sang perempuan dusun yang hanya tamatan SMA, tak pernah sekalipun menginjak kota tanpa kawalan keluarga. Aku perempuan yang hidup dalam pingitan ayah bunda. Sebagai anak perempuan…

Kue Lebaran Untuk Mas Didi

Kue Lebaran Untuk Mas Didi

Aku bolak-balik melirik jam di pergelangan tangan. Sudah mendekati maghrib. Sebentar lagi waktu buka puasa. Hm, tak sabar rasanya aku mendengar celoteh Rinda, anak semata wayang Mas Didi. Aku ingin tahu bagaimana respon lelaki itu terhadap kue bikinanku…

Juwita

Juwita

Di mana ia? Di mana ia? Aku diam membisu. Serasa beku seluruh jiwa ragaku. Di pinggir sebuah pusara aku terpaku. Juwita! Mataku nanar menatap pusara di sampingku. Juwita telah tak ada. Ia tinggal sebuah nama. Siapa yang membawaku terlelap di samping pusaranya?

Pernak Pernik Dunia SMA

Pernak Pernik Dunia SMA

Maka mengalirlah kalimat-kalimatku. Semua murid tanpa kecuali menyimak keteranganku, mencatat dan menyalinnya di buku mereka. Sepuluh menit sudah menerangkan dan memberi tugas. Kini saatnya aku duduk di kursi guru. Kujatuhkan pantatku, kusandarkan…

Satu Istri Tiga Suami

Satu Istri Tiga Suami

Yessi semakin terperangkap dalam belitan tiga lelaki. Dua anak beda bapak berada dalam pengasuhannya. Anak-anak yang berasal dari bibit dan benih tak baik itu pun tumbuh menjadi anak-anak tak berkarakter, tak memiliki nilai-nilai kebaikan apapun…..

Antara Aku, Sakit dan Mantan Guruku

Antara Aku, Sakit dan Mantan Guruku

Menjelang maghrib sang Guru pun berpamitan pulang. Sesungguhnya aku ingin beliau menginap, tetapi karena kesibukan beliau, maka beliau tak bisa memenuhi permintaanku. Beliau berjanji akan datang kembali jika aku telah sehat, dan akan memenuhi keinginanku untuk kubawa keliling kota…

Sakit Bukan Penjara Bagiku

Sakit Bukan Penjara Bagiku

Kini kujalani hari-hariku dengan perasaan biasa, sangat biasa. Aku tertawa, aku bercanda, seolah aku tak sedang terbelit derita. Meski sebenarnya, dalam tatapan mata selainku, aku sungguh memelas dengan segenap perjuanganku. Bisakah kau bayangkan bagaimana lelahnya diri berulangkali melakukan pengobatan…