Menjalani Hidup

Menjalani Hidup

Seringkali kita berpikir bahwa ujian yang kita alami adalah ujian terberat dibanding ujian-ujian yang orang lain rasakan. Kita merasa bahwa diri kita paling merana dan menderita hingga kita melupakan berlaksa nikmat yang datang pada kita. Padahal…

Anakku Berpendapat Malam Ini

Anakku Berpendapat Malam Ini

Apa pun kata anakku tentang diriku dan kesunyianku, kuhargai itu sebagai masukan yang memperkaya jiwaku. Aku bersyukur anakku telah tumbuh besar dan mampu menyampaikan pendapat dan pikirannya padaku. Entah mengapa, aku merasa…

Selingkuh

Selingkuh

Dahulu, rasa itu perlahan menyelinap dalam hatiku. Awalnya aku tak tahu bahwa kau menaruh hati padaku. Kemudian kaukatakan bahwa kau mencintaiku, dan kau lakukan banyak hal untukku, maka perlahan tapi pasti kujatuhkan hatiku padamu…

Kekasih Imajiner

Kekasih Imajiner

Aku selalu membayangkan diriku jatuh di pelukanmu, kekasih imajinerku. Menjatuhkan kepalaku di dada bidangmu, membiarkan rambutku tergerai di pundak kukuhmu. Aku selalu ingin mengecup indahmu, kekasih imajinerku. Wajahmu yang garang tapi teduh, hidungmu yang bangir,..

Dokter Ahmad

Dokter Ahmad

Aku tak pernah bertemu Ahmad sejak ia lulus dan meninggalkan sekolah. Aku pun tak pernah mengingatnya sebab ratusan siswa baru silih berganti menyedot perhatianku. Dunia guru, dunia yang telah menenggelamkanku dalam kesibukan bersama lautan muridku. Tahun demi tahun…

Dunia Malam

Dunia Malam

Kompleks di mana aku numpang kost tiba-tiba geger. Bermula dari selentingan bahwa rumah besar di ujung jalan dibeli seseorang dan hendak dijadikan lembaga pendidikan. Rumah besar di ujung jalan kabarnya milik seorang pengusaha hiburan malam. Rumah itu belakangan menjadi rumah remang…

Pepes Maut

Pepes Maut

Aku tersulut. Dewi istri muda suamiku, belakangan menggeser kedudukanku. Nyonya Budi yang selama ini menjadi sebutan manisku, kini bertambah satu kata di belakang namaku. Nyonya Budi Satu. Gemas rasanya hatiku. Nyonya Budi Dua, disematkan indah pada maduku, Dewi Ayu…

Jangan Cintai Aku

Jangan Cintai Aku

Kutenangkan diriku. Naluriku mengatakan ia lelaki baik. Tak ada salahnya aku mencoba berdamai dengan rasa khawatirku, dengan menerima ajakan baik lelaki itu. Merajut cinta kembali, melanjutkan kehidupan dalam utuhnya keluarga lagi. Bukankah itu lebih baik?