Istri Kedua

Istri Kedua

“Pak Rudy, status sendiri saya tidak berarti saya sembarang menerima cinta laki-laki. Cinta bukan karena status, Pak Rudy. Kalau pun bapak mencintai saya kemudian saya pun mencintai Bapak, tetapi anak-anak saya tidak…

Memetik Bintang

Memetik Bintang

Hari ini, enam belas tahun berlalu dari saat itu. Meski kenangan itu tinggal serpihan ingatan yang timbul-tenggelam, aku tetap tak ingin menghentikan lamunan demi lamunan masa laluku. Ada keasykan tersendiri yang membuatku sangat menikmati. Peristiwa demi peristiwa yang tentu saja…

Mama, Ijinkan Aku Menikah Lagi

Mama, Ijinkan Aku Menikah Lagi

Ini bukan kali pertama Amira mengetahui kebiasaan lama suaminya. Bermain mata dengan banyak perempuan. Ada Nunik, Sari, Indri, Rara, Ilma. Nensi, dan masih banyak lagi, Belum lenyap cerita tentang perempuan-perempuan tersebut, Aimra dikejutkan dengan kedekatan suaminya dengan perempuan lain…

Alien dan Piring Terbang

Alien dan Piring Terbang

Cerita tentang mahluk luar angkasa dan piring terbang sudah pernah saya dengar sejak saya masih kanak-kanak. Setengah lupa setengah ingat, pring terbang adalah benda menyerupai piring yang bisa terbang, begitu dalam benak saya. Piring terbang turun dari luar angkasa dan mendarat di depan pintu rumah…

Is it a Blind Love?

Is it a Blind Love?

Ini jawaban yang benat-benar jujur. Setidaknya teman-temanku tahu bahwa aku tak pernah memiliki pacar. Sekadar naksir pun tidak. Mungkin aku tak perlu pusing memikirkan celoteh teman-temanku. Sudah lama kuanggap angin lalu saat mereka meledek atau menggodaku. Tapi kali ini tidak. Ucapan mereka benar…

Seragam Lusuh dan Celana Bolong

Seragam Lusuh dan Celana Bolong

Lonceng tanda istirahat telah berbunyi. Besi yang digantung di depan ruang kelas lima tampak bergoyang saat disentuh besi kecil sepanjang lima belas centi. Bunyinya teng-teng-teng….! Dan saat lonceng itu terdengar, kami segera berlari keluar kelas. Tujuan kami satu; berada di luar kelas untuk sekadar beristirahat…

Anak Siapakah Itu?

Anak Siapakah Itu?

Ada yang mengganggu mataku saat sepeda motorku berbelok memasuki kompleks perumahan. Gerombolan remaja berusia sekitar 11-15 tahun berdiri di pinggir jalan sambil menyelipkan rokok yang memerah ujungnya di antara jari mereka. Lampu penerangan yang terpasang di pinggir jalan dan laju motorku yang…