Cuma Khayalan

Cuma Khayalan

Pagi, saat embun masih meringkuk di ujung-ujung dedaun, aku telah bangun bersama semangat sesegar teh manis hangat yang tersaji dengan setangkup roti isi selai strawberry. Aku duduk di beranda, di salah satu kursi yang melingkar mengelilingi sebuah meja kayu. Aku menghabiskan pagiku dengan mengabadikan…

So Miss You So Much

So Miss You So Much

Banyak kisah menjadi pelajaran, menguap dari sejumlah kebersamaan. Betapa kita masih sangat labil dulu. Mudah terusik oleh sesuatu yang sesungguhnya tak sepelik apa yang kita simpulkan. Tapi semuanya tetap sederhana karena kita mencecapnya bersama, meski oleh lidah yang berbeda…

Catatan Sederhana: Aku Beruntung Karena Aku Tidak Cantik

Catatan Sederhana: Aku Beruntung Karena Aku Tidak Cantik

Bagi sebagian perempuan, kecantikan fisik adalah hal yang paling penting. Aku pernah mendengar satu “pepatah” yang aku sendiri tak bisa memastikan kebenarannya. Katanya, laki-laki itu asalkan kaya, mereka bisa memilih perempuan secantik apapun, tapi perempuan itu asalkan cantik, maka mereka bisa…

Untuk Tiga Sahabat “Gila”ku

Untuk Tiga Sahabat “Gila”ku

Detik-detik itu tak akan pernah bergulir, sungguh. Detik-detik yang pernah kita lalui bersama, detik penuh tawa canda, detik penuh rasa syukur karena aku dapat menjadi bagian dari kalian, kalau pun itu adalah bagian yang paling tidak penting sekali pun, semuanya akan tetap utuh tersimpan, dalam hati dan…

Hujan di Atas Trotoar

Hujan di Atas Trotoar

Pada gigil debu jalanan yang terhempas angin…Lagi, kutitipkan harap itu pada Tuhan Maha Pewujud Ingin…Lewat rerintik hujan yang mengerang
: Tuhan, aku berharap malam tak datang…Mobil-mobil mewah berlalu dalam bisu…Meninggalkan jejak penuh ranjau yang tergelincir ke hatiku
Takkah mereka rela hanya…

Orat-oret

Orat-oret

Ketika waktu terus berdenyut, aku tak ingin terlarut di masa lalu, mendekap luka yang kian lama kian terasa perih. Aku harus melangkah seiring detak jantung dan nadiku. Tapi aku tak ingin menimbun dendam yang kan membusuk, menggerogoti pikiran dan jiwaku…

Catatan Gadis 18 Tahun

Catatan Gadis 18 Tahun

Bukan hendak menutup mata atas ingin yang kini mendingin…Bukan hendak melupa tuk meniupkan sebuah ruh…Pada mimpi yang bergemuruh…Tapi aku hanyalah gadis 18 tahun…Yang harus bergerak dengan indra yang terbatas…Yang belum terlalu mahir…

Saat Terlalu Fatal

Saat Terlalu Fatal

Bergegas Leni meninggalkan Emaknya yang mulai berlinang airmata. Sungguh bukan inginnya berlaku seperti inipada Leni, penghasilannya sebagai seorang penjual nasi kuning tentu tidaklah cukup untuk mewujudkan semua keinginan Leni, putri semata…