Rumah Papan dan Buah Nangka

Rumah Papan dan Buah Nangka

Suatu hari di kamar kostku, aku mendapat sms dari mama. Katanya, mereka sementara makan buah pertama nangka salak yang ditanam anak manjanya. Dan indahnya lagi mereka memakannya di bawah naungan pohon nangka di halaman depan sudut kanan rumah papan bersama para tetangganya yang saban hari…

Menyambung Hidup

Menyambung Hidup

Gadis itu bernama Dara. Dia bukan turunan darah biru. Ia hanyalah anak kolong. Bukan kolong siku kuning atau jenderal tapi anak kolong jembatan tak berdinding. Sendiri dia mendiami rumah reot di pinggir kali itu setelah pemukiman kumuhnya di bawah kolong dibongkar atau pasnya digusur. Digusur karena…

Cinta dan Rembulan Telanjang

Cinta dan Rembulan Telanjang

Aku tidak menilaimu buru-buru. Aku membawamu ke sini dan mengajakmu menatap langit dan rembulan telanjang. Aku membiarkan tanganku kau genggam. Aku sengaja mengulangi kata-kataku, langit cerah. Tapi rupanya kamu tak mengerti. Aku mencoba mengingatkanmu pada masa lalu kita, tapi kamu seperti…

Pertempuran Hati

Pertempuran Hati

Pertempuran hati…Tanpa pemenang, tanpa ada yang kalah…Karena pertempuran hati adalah sebuah keabadian…Kita mungkin akan berpikir bahwa waktu dan ruang adalah penguasa kita…Aku tak percaya itu, karena aku selalu yakin bahwa HATI adalah penguasa tunggal hidup…Orang pintar tanpa hati, jadi angkuh…

Ritus Kibul Demi Kursi Kramat

Ritus Kibul Demi Kursi Kramat

Ini kisah tentang tuan-tuan berpakaian hitam yang duduk di Istana malam pada kursi kramat serba guna yang empuk. Ceritranya seputar ritus yang dilewati sebelum sampai di istana malam dan duduk di kursi kramat. Iya tempat kursi kramat itu bertahta adalah istana malam karena semua orang di sana berwarna…

Wilhelmina

Wilhelmina

Apalah yang bisa aku perbuat Wilhelmina? Aku memang seorang berpendidikan tinggi. Aku seorang sarjana hukum namun masih menganggur. Kau sudah tahu, untukmenyelesaikan sekolahku, aku habiskan waktu 8 tahun juga karena tersendat uang.Papa mamaku petani tulen. Penghasilan mereka tak menentu…

Ambilkan Bulan, Ma!

Ambilkan Bulan, Ma!

Rumahku kini gelap, anakku sakit. Ia berbaring tak berdaya di atas tikar lusuh di sudut ruang depan rumahku yang reot ini. Anakku sakit dalam miskin, dan baring dalm gelap beralas tikar lusuh tak berkasur. Sesekali ia cuma diterangi oleh seberkas cahaya rembulan malam yang masuk menembusi atap rumah…