Pojok Seni & Sastra

Ombak Dalam Kamera

Ombak Dalam Kamera

Ada apa dengan kamera ini ? Ada apa juga dengan pantainya ? Mengapa aku seperti tak bosan-bosan memotret setiap incinya ? Barangkali kalau sekarang ada yang punya pikiran mau bertanya seperti itu padaku, pasti aku hanya bisa mengangkat bahu

Begundal

Begundal

Bahkan mereka sudah tidak lagi memanggil nama aslinya melainkan dengan sebutan ”Begundal” . Burham benar-benar sakit dan marah yang memuncak atas gunjingan dan sebutan tersebut

Untuk Fa

Untuk Fa

Fa, ada sesuatu yang bikin aku nggak bisa berhenti bertanya-tanya saat aku menuliskan surat ini. Masihkah kamu terjebak dalam masalah yang sama, Fa?

Teruntuk

Teruntuk

Seharusnya terik matahari sudah mulai menghilang, tapi di musim yang serba tak jelas ini, yang bisa kau rasakan hanya gerah berkepanjangan dari hari ke hari, dan kau pun duduk terdiam, melepas kerudung putihmu dan menumpukan wajah di kedua lenganmu…

The Last Man Stand

The Last Man Stand

Tersentak, gua tersadar dari lamunan oleh bunyi nyaring printer yang tersendat. Lagi-lagi kertasnya terjepit. Nggak diragukan lagi printer ini memang sudah butut dimakan usia, setali tiga uang dengan hardware komputer lainnya di rumah ini.

Bahasa Kalbu

Bahasa Kalbu

Rya 27 Agustus 2009 (hari ke 6 puasa)   Kau satu terkasih Kulihat sinar matamu Tersimpan kekayaan batinmu Di dalam senyummu Ku dengar bahasa kalbu Mengalur Mengalur bening menggetarkan Kini dirimu yang selalu Bertahta di benakku Dan aku akan mengiringi Bersama………..disetiap langkahmu…..   Percayalah hanya diriku paling mengerti Kegelisahan jiwamu kasih dan arti kata kecewamu […]