Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Pondol – Pondok Es Cendol

Pondol – Pondok Es Cendol

 

Tinggal jauh dari kampung halaman hal yang pertama dirindukan adalah makanan khas kampung halaman. Siapa saja, di mana saja akan mengatakan makanan khas atau asli daerah asalnya adalah yang THE BEST!

Tanyalah orang Medan, mereka akan bilang makanan di Kota Medan lah yang the best in the world, tanyalah orang Padang, akan mengatakan hal yang sama, uwong Jowo (Jawa Tengah terutama) juga akan mengatakan hal yang sama.

Enaknya tinggal di Jakarta dan surrounding suburbs (halah bahasanya…haha), BoDeTaBek, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan sekarang malah berkembang ke Cibubur, Puncak, Cikarang, dan daerah-daerah satelitnya Jakarta – adalah banyaknya ragam variasi makanan khas/asli daerah asal masing-masing.

Mie Aceh ada, kwetiauw Akang Medan ada, ayam pop atau rendang khas Padang ada, mie Jambi ada, mie Lampung ada, mie Palembang ada, pempek Palembang bertaburan di mana-mana, soto dari berbagai daerah ada, gudeg ada, nasi liwet ada, sebut saja lah, hampir bisa dipastikan, akan dapat Anda temukan di seluruh penjuru Jabodetabekburcakrang.

Flashback tahun 1997, waktu pertama kali merantau ke Jakarta. Diajak teman baik ‘berkelana’ blusukan daerah Grogol, katanya: “ono sing enak, dodolan’e panganan Jawa Tengah” (ada yang enak, jualannya makanan Jawa Tengah). Tak menunggu lama, brompit (sepeda motor) diparkir di Jl. Muwardi dan nyelonong masuk ke Pondol. Nama yang melekat kuat dari pertama kali mengenalnya di tahun 1997, sampai di tahun 2006 waktu mengenal pemiliknya secara pribadi. Nama yang unik, dan gampang diingat!

Pondol didirikan pertengahan 1990, waktu Sasayu berumur beberapa bulan saja, demikian penuturan Sang Ibunda si Sasayu, sekaligus pemilik, penggawang, penggagas, dan pendiri Pondol. Suami istri yang ulet itu membuka usaha makanan pertama kali di tenda pinggir jalan daerah Grogol, hanya dengan 5 macam menu.

Tak terasa, 6 tahun berlalu, dan tempat permanen mulai dipikirkan. Warung Pondol itulah yang menjadi cikal bakal dan saksi membesarnya usaha rumah makan yang mengusung masakan Jawa Tengah di belantara Ibukota. Bahkan menurut penuturan salah satu Redaksi, si Gandalf, dia termasuk salah satu pengunjung setia Pondol di pertengahan 90’an. Kalau saya sendiri, cukup sering makan di sana, karena daerah Grogol memang banyak sekali tempat makan enak.

Waktu berlalu, Pondol menempati memory yang paling dalam, setelah merantau ke sana kemari, Pondol seakan terlupakan. Sampai suatu hari, stranded di Polonia Airport Medan, akan terbang ke Jakarta, saya bertemu dengan sekelompok orang yang baru dari Nias dan Aceh. Ternyata mereka dari satu gereja, sedang dalam rangka perjalanan sosial untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Nias.

Kuping ini tegak berdiri waktu mendengar aksen Jawa Tengah yang kental dari seorang bapak di antara rombongan. Tak terlalu lama, perkenalan dan percakapan terjalin asik. Omong punya omong, ternyata si bapak ini adalah pemilik Pondol. What a small world. Setelah sekian tahun jadi langganan Pondol, sering makan di situ, baru hari itulah, bertemu dengan pemiliknya.

Tak terlalu lama lagi, inilah beberapa favorit dan sajian unggulan di Pondol dari sekian banyak sajian mak-nyus…

Nasi Liwet

Nasi Bakmoy

Lontong Cap Go Meh

Es Cendol

Es Gempol Pleret

Pondol – Pondok Es Cendol

Pusat:
Jl. Muwardi I No. 23
Grogol – Jakarta Barat
Tel: 021 563 4358/59
 
Cabang:
 
Tanah Abang II No. 109 C-D
Tel: 021 386 1382
 
Kompleks Megaria
Jl. Pegangsaan Timur No. 21
Tel: 021 7071 0100 – 7071 0123