Bamby Cahyadi

Honor oh Honor (antara kebutuhan versus menjadi tenar)

Honor oh Honor (antara kebutuhan versus menjadi tenar)

Bamby Cahyadi   Hampir setiap minggu saat saya mengupdate status Koran Minggu yang memuat cerpen dan puisi, perihal honor bagi penulis menjadi bahan komentar dan diskusi yang mengasyikkan sekaligus menjengkelkan. Tulisan di bawah ini saya ambil dari sebuah kaskus entah siapa yang nulis. Kalau kebetulan Anda yang nulis, mohon mengaku ya… http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10125793 Kompas termasuk media […]

Karyawan Tua

Karyawan Tua

KARYAWAN tua itu terlihat lebih rapi. Kemeja warna putih membalut tubuhnya. Dasi warna biru muda terikat di lehernya. Dengan pantalon hitam, karyawan tua itu terlihat sedikit lebih muda. Ia sangat bersemangat hari ini. Sejak masuk kantor, tadi pagi, wajahnya memantulkan…

Emosi Pagi Hari

Emosi Pagi Hari

Petugas pos loket kilat khusus mengetik pada keyboard komputer memakai sistem 11 jari, (seperti yang aku lakukan sekarang saat mengetik cerpen ini. Sistem 11 jari artinya hanya jari telunjuk tangan kanan-kiri saja yang beraktivitas), tapi kecepatan ketikanku tentu saja jauh lebih cepat…

Aku Tidak Sehebat Kartini

Aku Tidak Sehebat Kartini

Tak dinyana, peristiwa itu merupakan kenangan terakhir suamiku kepada putra pertamanya, Bara. Ia gugur ketika sedang bertugas memimpin operasi militer di Timor-Timur. Sebagai komandan, suamiku sangat dihormati dan disegani oleh anak buahnya. Sebagai kepala rumah tangga…

Ketika Hujan Reda

Ketika Hujan Reda

Entah umpatan atau sekadar gerutuan spontan yang terlontar dari mulutku, ketika mengetahui sore ini hujan turun sangat deras. Curah hujan semakin rapat dan di langit yang kelam petir menyambar-nyambar. Kulihat orang-orang berlarian di luar sana untuk berteduh…