Benny Arnas

Merayakan Sastra Hanna

Merayakan Sastra Hanna

Seorang perempuan dengan senyum manis memasuki panggung yang artistik dengan ornamen cabe-cabe merah yang ditempelkan di latarbelakangnya. Ia membacakan susunan acara. Sayangnya ia agak tergeragap ketika membaca biodata Hanna Fransisca. Ia tidak cerkas menyebutkan judul-judul…

Puisi-puisi di Koran Tempo

Puisi-puisi di Koran Tempo

Pertama-tama aku mendatangkan sebatang timun yang merambat di dekat jendela kamarmu dan tiba-tiba pada hari itu juga ia berbunga. Bunga kuning dan berambut—berbulu, mungkin. Kau geli. Kukelitik kau. Pinggangmu. Ketiakmu. Lehermu. Telingamu. Aku…

(Tidak) Ada Pencuri di Rumah Kami

(Tidak) Ada Pencuri di Rumah Kami

Pada suatu hari kami kehilangan uang di rumah. Saya lupa berapa jumlahnya. Anggap saja sekitar lima ratus ribu. Saya dan istri mencurigai seseorang yang selama ini sudah lama bekerja di rumah. Kami perhatikan gerak-geriknya. Ia berjalan seperti seorang pencuri…

Membunuh Shakespeare

Membunuh Shakespeare

Benny Arnas   Lampung Post, 04 April 2010 Julia, maafkan aku baru kini aku kuasa memberitahumu dalam kertas bergulung yang kurekat dengan getah pohon mapel sungguh, aku tak pernah mampu membuat puisi —termasuk susunan kata-kata ini   yang mengantar surat ini jauh lebih layak kaupanggil Lelaki Puisi   cintailah Shakespeaere sebagaimana kau pasrah disetubuhi puisi-puisinya: […]

Bujang Jauh

Bujang Jauh

Ya, dari lubuk hati terdalam, sebagaimana perawan kebanyakan, sangatlah ingin Bunga Raya disunting si bujang, tukang azan yang tengah diperkarakan. Mulut Bunga Raya komat-kamit, seolah tengah mengirim doa ke langit. Ya, Bunga Raya bagai baru menyadari, banyak…

Esok Subuh Kukirim Rabitah

Esok Subuh Kukirim Rabitah

CARLIE, Risyad, Hari, dan Davis tengah serius mendengarkan pengarahan dari Bamris, pemuda 22 tahun yang menjadi pelatih nasyid mereka. Empat mahasiswa Fakultas Ekonomi Unand yang hanya terpaut beberapa tahun di bawah Bamris itu, sesekali bertanya…