Benny Arnas

Hancur Minah

Hancur Minah

MINAH terdiam di dudukan kayu di bawah kanopi belimbing yang membiarkan beberapa bercak cahaya menerobos salih-silang dedaunannya. Warung pempek di salah satu sudut pekarangan yang luas itu sudah ditutupnya lebih awal. Awalnya, warung itu…

Jembatan

Jembatan

Sungguh. Aku tak sanggup menyaksikan keramaian yang tercipta di setiap jembatan. Keramaian yang ganjil. Keramaian yang menyeramkan. Keramaian yang berasal dari makhluk-makhluk yang muncul dari balok-balok besi dan beton penyusun…

Seperti Natnitnole

Seperti Natnitnole

Natnitnole adalah nama bunga yang selalu jatuh berserakan di taman-taman kota Hatna Hatnareb saban pagi. Orang-orang yang lalu lalang di jalan setapak taman, bagai bersicepat menginjaknya. Makin remuk mahkota dan…..

Anak Ibu

Anak Ibu

Sungguh, aku merinduinya. Rindu ini umpama subuh yang mengkhitbah bukit dengan cincin embunnya. Gunung, laut, dan lembah, yang melempar kami ke titik entah, justru mengantarku ke senja yang memayungi…

Orang Inggris

Orang Inggris

PADA tanggal 19 September, 230 tahun yang lalu, ia meninggalkan Benteng Marlborough. Di waktu yang sama, aku meninggalkan Lubuklinggau menuju Jambi dengan berkuda. Di Pargarradin, kami berpapasan di semacam…