cinde laras

Menuju Warga Dunia

Menuju Warga Dunia

Satu KTP nasional untuk setiap warga negara. Semua sama, tak bisa punya dua KTP. Jadi ingat saat dulu Pak Harto nyuruh warga keturunan Tionghoa ganti nama dengan nama Indonesia.

Hobi

Hobi

“Hobimu apa ?”, tanya seorang teman saat aku masuk SMP 29 tahun yang lalu. Si teman baru bukan murid SD asalku, dia belum kenal siapa aku. Karena badan kami lumayan tinggi untuk ukuran murid putri saat itu, kami berdua didudukkan di bangku kedua dari belakang…

Kho Ping Hoo

Kho Ping Hoo

Buat mereka yang pernah merasakan indahnya jadi remaja di tahun 1980, pasti gak asing dengan cerita silat karangan Kho Ping Hoo. Itu nama seorang pengarang keturunan Tionghoa yang sudah almarhum di tahun 1994 (tepatnya tanggal 22 Juli 1994). Jadi sudah 15 tahun Kho Ping Hoo tiada…

Sumbangan Sukarela & Pendidikan Gratis

Sumbangan Sukarela & Pendidikan Gratis

Cinde Laras – Indonesia  Ada yang baru dari iklan DIKNAS soal pendidikan gratis. Dibilang kalau saat ini, sumbangan sukarela orangtua untuk pendidikan anak-anak di sekolah sangat dianjurkan, untuk biaya ekstrakurikuler misalnya, karena hal itu akan membantu semakin majunya pendidikan anak-anak kita.

Ibu Memaafkan, Bapak Melupakan

Ibu Memaafkan, Bapak Melupakan

Cinde Laras – Indonesia Tergelitik aku membaca notes yang dibuat seorang teman yang saat ini nun jauh di seberang lautan. Hmm…, alangkah beratnya memaafkan. Begitu ungkapnya. Sebuah renungan yang ditulisnya setelah bertemu dengan seorang kawan sesama perantau di negeri sakura.

Sandal Neckermann

Sandal Neckermann

Cinde Laras – Indonesia Terlahir dengan taste sedikit maskulin membuat aku berbeda dari semua teman perempuan kala aku remaja. Seleraku berdandan memang payah, begitu pula pilihanku pada aksesori. Alih-alih memilih jepit atau pita rambut, aku lebih suka dipotong pendek. Gak jauh-jauh amat dari model rambut Lucinda Dickey yang jadi main actressnya film Break Dance yang […]

Gombalisme

Gombalisme

Cinde Laras – Indonesia   "….Dasar laki-laki gombal ! Sukanya merayu ! Mulut manis ! Ternyata dia punya pacar di kota lain…. Hu..hu..hu…", tangis Nona tiada henti. Mona memeluk sahabatnya dan mencoba menenangkannya.

1 7 8 9