Sebenarnya aku ingin mengajakmu ngobrol panjang malam ini. Duduk santai di beranda sambil menyeruput nikmat secangkir kopi bersama rembulan dan kunang-kunang. Harusnya hujan sore tadi telah mengantarmu bersama Kijang tua…
Dunia kami pelan-pelan berubah. tidak ada lagi permainan petak-umpet, toss gambar, atau bertaruh kelereng yang sangat saya suka. Waktu itu acara MTV yang memutar lagu-lagu band menjadi tontonan wajib kami…
Di sekolah, kami diajar Facebook dan Blackberry oleh guru-guru kami agar tak ketinggalan informasi. Buku-buku dan alat tulis hanya jadi hiasan bagi dinding kelas kami. Cerahnya masa depan sekedar sampai…
Kalau kemudian aku ditanya oleh pujangga yang juga kebetulan singgah pada taman tempat kau biasa mengantar pulang mentari. Aku harus jawab apa? Ini kebetulan. Hanya sebuah kebetulan jika kebetulan aku…
Cipta Arief Wibawa Seluruh Puisi ini dimuat pada harian Suara Merdeka, 27 Mei 2012 Selamat menikmati :) Sepotong Kisah yang Lalu Ia berjalan pulang dan melihat semut-semut…
Oleh karenanya, keluarlah, jangan mau diperalat teknologi dengan hanya duduk berjam-jam menatap banyak layar--mulai dari layar hp, laptop, ipad, dan televisi. Berpetualanglah, jika tabungan untuk bepergian jauh masih terbatas, dekat…
Kemarin masih pagi. Masih ada bunga serta matahari. Masih ada ombak dan camar yang mengisi lanskap pantai dengan lokan dan kerang yang disimpan dalam-dalam. “Aku akan menanti sebuah kapal yang…
Begitulah kata-kata seorang abang takkala beberapa tahun lalu aku berujar ingin menjadi salah satu manusia terbaik yang pernah dilahirkan negeri ini. Saat mendengar kata-kataku itu ia hanya tersenyum menatapku dan…
Recent Comments