Cipta Arief Wibawa

Aku Masih Menunggu

Aku Masih Menunggu

Sebenarnya aku ingin mengajakmu ngobrol panjang malam ini. Duduk santai di beranda sambil menyeruput nikmat secangkir kopi bersama rembulan dan kunang-kunang. Harusnya hujan sore tadi telah mengantarmu bersama Kijang tua yang pernah kita beli berdua. Namun hingga pertandingan bola tengah malam….

Surat Cinta, Cinta Pertama

Surat Cinta, Cinta Pertama

Dunia kami pelan-pelan berubah. tidak ada lagi permainan petak-umpet, toss gambar, atau bertaruh kelereng yang sangat saya suka. Waktu itu acara MTV yang memutar lagu-lagu band menjadi tontonan wajib kami di rumah. Setiap pulang dari sekolah kami selalu menyempatkan diri singgah di studio-studio band…

Anak Negeri, Ini Cerita Kami

Anak Negeri, Ini Cerita Kami

Di sekolah, kami diajar Facebook dan Blackberry oleh guru-guru kami agar tak ketinggalan informasi. Buku-buku dan alat tulis hanya jadi hiasan bagi dinding kelas kami. Cerahnya masa depan sekedar sampai pada acungan-acungan tangan kami. Takkan menjadi nyata karena…

Kebetulan

Kebetulan

Kalau kemudian aku ditanya oleh pujangga yang juga kebetulan singgah pada taman tempat kau biasa mengantar pulang mentari. Aku harus jawab apa? Ini kebetulan. Hanya sebuah kebetulan jika kebetulan aku mengenalmu lantas mencintaimu. Hanya kebetulan saja. Sungguh…

Puisi yang Berkelana

Puisi yang Berkelana

Cipta Arief Wibawa   Seluruh Puisi ini dimuat pada harian Suara Merdeka, 27 Mei 2012 Selamat menikmati :)     Sepotong Kisah yang Lalu Ia berjalan pulang dan melihat semut-semut kecil tengah berbaris pada sebuah dinding yang telah kusam catnya. Waktu itu langit begitu mendung dan ia tetap lamat menatap semut-semut kecil membariskan diri dengan […]

Jika Pemuda, Bacalah!

Jika Pemuda, Bacalah!

Oleh karenanya, keluarlah, jangan mau diperalat teknologi dengan hanya duduk berjam-jam menatap banyak layar–mulai dari layar hp, laptop, ipad, dan televisi. Berpetualanglah, jika tabungan untuk bepergian jauh masih terbatas, dekat pun tak masalah, itu sama nilainya dengan…

Cari Kawan

Cari Kawan

Begitulah kata-kata seorang abang takkala beberapa tahun lalu aku berujar ingin menjadi salah satu manusia terbaik yang pernah dilahirkan negeri ini. Saat mendengar kata-kataku itu ia hanya tersenyum menatapku dan bertanya, bagaimana caranya? Tentu saja dengan yakin aku menjawab…