Endah Raharjo

Tembak di Tempat (10)

Tembak di Tempat (10)

Endah Raharjo   Di pertengahan Februari cuaca pagi di kota Bangkok terasa nyaman dan sejuk, seperti perasaanku sehabis memburas dengan Bapak dan Ibu. Supaya hemat, kami memakai Skype, tetapi sistem keamanan hotel ini memblokir penggunaan kamera, jadi kami tidak bisa saling melihat. Berada dalam situasi semak hati seperti ini membuatku rindu pada orang-orang yang menyintaiku. […]

Tembak di Tempat (9)

Tembak di Tempat (9)

Jerit-pekik histeria massa mengoyak-moyak langit kota Rangon, mengguncang singgasana pemerintahan Jenderal Ne Win. Ratusan ribu orang itu menuntut restorasi pemerintahan yang demokratis. Thaung Myat, anak lelaki 8 tahun, meraung-raung di sisi tubuh ayahnya yang bersimbah darah. Pinggang guru…

Tembak di Tempat (8)

Tembak di Tempat (8)

Rudi merogoh sesuatu dari saku tas kameranya yang masih tersilang di bahu. Lipatan kertas ia sodorkan padaku. Seorang kurir yang tidak tahu-menahu menyerahkan surat itu pada Naing Naing. Surat Tong Rang pendek saja, ditulis tangan, mengatakan ia bergabung dengan sekelompok pemberontak…

Tembak di Tempat (7)

Tembak di Tempat (7)

Kulihat awan nimbostratus terbentang di atas perbukitan. Tanpa menengok jam, sulit menengarai apakah matahari telah lingsir atau masih bertahta di cakrawala. Dari jendela tampak dua balita tengah berlarian bersama ayah mereka di atas rumput yang basah oleh gerimis. Rudi sedang berburu foto untuk…

Tembak di Tempat (6)

Tembak di Tempat (6)

Father Sap adalah salah satu bhiksu senior di biara khusus untuk kaum Mon. Ia sangat disegani dan dikenal luas oleh tokoh-tokoh agama, pemerintah, pegiat LSM hingga wakil-wakil UNHCR, UNICEF dan Peacebuilding Commission. Ia jarang ketinggalam dalam setiap usaha penyelamatan pengungsi dan…

Tembak di Tempat (5)

Tembak di Tempat (5)

Tim menggelar peta tanpa skala wilayah Sangkhlaburi dan Three Pagodas Pass. “Ini lokasi kamp Ban Luang. Kita ke sana besok pagi. Seorang teman di UNHCR sudah memastikan kita dapat clearance. Kontak kita, namanya Naing Naing, akan menunggu di pertigaan ini,” Tim menandai lokasi itu dengan tinta merah…

Tembak di Tempat (4)

Tembak di Tempat (4)

“Setiap tamu hotel harus paham kalau hotel tidak menyediakan lifeguard dan tidak bertanggungjawab atas kegiatan yang dilakukan para tamu di danau. Kecuali bila tamu menyewa perlengkapan dan boat dengan pengemudi kami.” Petugas front desk menjelaskan pada Tong Rang, tangannya menunjuk papan…

Tembak di Tempat (3)

Tembak di Tempat (3)

Endah Raharjo   Terbirit-birit aku keluar kamar hotel. Tim sudah di restoran untuk sarapan. Pagi ini aku kemrungsung sekali, sampai lupa memakai bra. Untung sewaktu menyusuri koridor hendak menuju lift aku merasa ada yang aneh di dadaku, enteng dan semriwing; lalu aku berlari kembali ke kamar. “Kamu baik-baik saja, kan?” Tim manatap rambutku yang belum […]