Faizal Ichall

Bahasa Warna Nirwana

Bahasa Warna Nirwana

Sudah lama kita tidak bermain huruf membuat kata bersama-sama. Seperti saat kita kecil dulu, saat kita sama-sama kelas 1 sekolah dasar yang sedang bermain kepingan huruf dan angka seperti puzzle. Kemudian kita malah saling berebut kepingan itu dalam menyusun kata-kata, berselisih dalam memahami kata-kata…

Lelah Kamu, Aku dan Kita Jengah

Lelah Kamu, Aku dan Kita Jengah

Bentangkanlah jarak itu untuk ku, semakin jauh..jauh…sampai tidak menyentuh hati. Sampai di sini. Aku menunjukkan jariku ke langit, dengan maksud memperlihatkan bintang, ya! Bintang yang kelap kelip itu, sayangnya waktu itu tertutup halimun. Setelahnya kamu resah, kamu tidak menangkap siratan maksudku…

Obrolan Pagi dalam Chatroom

Obrolan Pagi dalam Chatroom

“Kenyataannya matahari terbit dan tenggelam itu selalu berulang setiap harinya, dan itu sudah berlangsung selama ribuan bahkan mungkin jutaan tahun yang lalu, apa kamu masih mau mempermasalahkannya?” “Tetapi pada kenyataannya aku bukan matahari, yang dapat menerangi dan memberikan kehidupan…

Love The Way You Live

Love The Way You Live

“Buaya ini cukup tepat. Lihatlah aku.. Aku sudah bekerja keras untuk majikanku sepanjang hidupku dan dia nyaris tidak memberiku cukup makanan. Sekarang aku sudah tua dan tidak berguna, ia telah berbalik melepasku , dan di sini aku berkelana di hutan, menunggu beberapa binatang buas menerkam…

Peta Buta

Peta Buta

Saat itu senja terlihat merona di pipi Losari, seperti malu hati melihatku menyadari waktu, ku buka lipatan peta yang telah aku kantongi sesudah disaat kutemukan keganjilannya, kubuka lebar-lebar, kugenggam dengan kedua tangan ku, yang kanan, kiri, lantas kuhadapkan lembaran peta ke arah matahari…

Mie Ayam Oetara

Mie Ayam Oetara

Ada satu pedagang keliling yang akrab dengan aku dan teman-teman di lingkungan rumah kami, usahanya adalah berjualan Mie Ayam, jam operasionalnya setelah adzan Isya sampai ia merasa ngantuk dan jenuh, atau sampai tidak ada orang yang bisa diajak bicara barulah…

Saat Terakhir Sang Pahlawan

Saat Terakhir Sang Pahlawan

Tetapi sebagai seorang perempuan desa untuk hal ini aku bisa apa? Aku membayangkan seandainya aku diijinkan untuk pulang terlebih dahulu sekedar berpamitan kepada setiap orang yang aku kenal, tentu desaku akan banjir air mata dan pastinya ada keanehan tersendiri…