green borne

Cendera Mata

Cendera Mata

Sebuah benih padi, dalam gengaman jemari…di saat pintamu padaku untuk memberikannya…tiada kucegah, walau kutahu dirimu tak mengetahui…cara untuk menanam bibit tersebut, namun hati ini meyakini…dengan keyakinanmu, tiada akan sia-sia semua…

Camen 1000 Bahasa

Camen 1000 Bahasa

Malu terhadap diri sendiri, hanya bisa menatap dengan perih di hati…apa semua rasa-rasa sudah mati, apa ini surga duniawi
tiada lagi senyum di sini, di balik luka api…malu, kepada jasa-jasa yang tertulis di balik kertas di dalam kertas…Mata lapar menatap dengan ketidakmampuannya merobek keangkuhan hati…

Minggu Bagai Endapan

Minggu Bagai Endapan

Lelah dalam pikiran, sejenak memandang riak sungai…Berharap ada ikan terlihat berenang menari-nari…
Hanya bertemu dedaunan dibawa aliran sungai…Seperti biasa, rasa senang cukup akrab di sini…Teduh, tiada bunyi rintik hujan…Minggu malam, bagai endapan…

Jangan Katak-kan “Itu”

Jangan Katak-kan “Itu”

Jangan katakan sebagai penulis…karena diri tak mampu menyuarakan suara dari tindasan…pada rumput yang terinjak, pada bayangan tiada cahaya…Jangan katakan sebagai seorang pecinta…karena diri tak mampu membuat rasa…warna pelangi berbeda, ranum gula…

Lukisan Tangan

Lukisan Tangan

Green Borne   Pagi dalam pencarian, tersentak  sebuah tidur ayam mata, menerima tanpa mampu untuk tenggelam tubuh terasa enggan, menyibak selimut malam hati tak tenang, bangkit dalam ingatan deram – Melukis jalan, tangan mengoles dengan kuas ingatan garis-garis halus di harap menjadi panduan terasa telapak embun di tangan sunyi, pagi syahdu merdu di dendangkan – […]