Indriati See

Tuk Saudaraku Tuna Wisma

Tuk Saudaraku Tuna Wisma

Hujan turun dengan derasnya…tak perduli akan tuna wisma, duduk menggigil dengan nestapa…anginpun tak mau kalah…bertiup dengan tak ramah…menerbangkan rumah kardus yang basah…sedangkan aku? hidupku hangat di bawah atap…Dengan lapar, dingin, dan kuyup…kau tuntun kedua anak balitamu…

Mengapa Selalu Ada Benci dan Congkak?

Mengapa Selalu Ada Benci dan Congkak?

Bukankah hidup di muka bumi ini terlalu singkat? dalam keadaan tenang, kita temukan kekuatan…dengannya kita akan berhasil…
dalam hidup, kita akan bertanya…tentang ‘arti’ bukan ‘apa’ yang didapat dari kehidupan…karena setiap orang memiliki hati dan jiwa…dan harus menahan rasa sakit begitu…

Awanpun Tak Bisa Bantu

Awanpun Tak Bisa Bantu

Segumpal awan putih…melayang sendiri dengan sedih…melihat dari atas, ada yang aneh dengan bumi di bawah…hutan-hutan habis ditebang, sungai-sungai keruh…ladang-ladang kering, semua terlihat resah…Manusia hidup dalam kesulitan…tak ada lagi hewan liar…udara diatas kota-kota sangat kotor…

Undangan Sang Kekasih

Undangan Sang Kekasih

Ku langkahkan kakiku menuju rumahmu…diambang pintu, harumnya dupa terhirup hidungku…meja altar terlihat siap tuk …perjamuan sucimu…gemerlapnya piala dan piring dipantulkan oleh cahaya lilin…terdengar suara orgel mengalunkan irama syahdu…damai … terlindung … kurasakan…