Yang masih tersisa dalam ingatan sekaten hanya permainan droemmollen. Juga orang berjualan bolang baling, atau galundeng. Di Ambarawa waktu itu, bolang baling yang dalamnya kosong, tak begitu populer. Orang lebih…
“Andri, jangan tinggalkan kami. Kasihan anak kita Tantri”. Terdengar suara seorang pria berteriak parau. Suara orang berlari lari ditengah hiruk pikuk stasion. Stasion Tugu, Yogyakarta. Jeritan seorang anak kecil,…
Empat puluh tiga tahun lewat. Sore itu dia berdiri tegak di ruang rawat inap di depan saya. Saya selesai menjalani kateterisasi jantung di rumah sakit miliknya. Rumah Sakit Jantung Bina…
Saya agak terhenyak. Dari hotel tadi saya pakai Avanza, yang ada hanya itu. Tak ada keluhan. Sopir saya pesan supaya pelan saja. Taksi jam-jaman. Jam tiga lebih sedikit Bung Munawar,…
Saya dan orang-orang di desa itu, selalu memanggil simbah Pak Dhe. Beliau mantan lurah Kalijambe di jaman Belanda. Masih gagah dan berwibawa dengan celana sampai di bawah lutut dan…
Menik masih kuliah di suatu akademi tari di Solo. Katanya sudah dua kali ikut pentas sendratari Ramayana. Nggak tahu sebagai apa, jelas bukan Dewi Sinta atau Dewi Trijata. Nggak…
Kami selalu dibiasakan gerak jalan, entah lewat persawahan di lembah, atau mendaki bukit-bukit sekitar desa kami. Bukit-bukit sepi dan lembah indah menghampar di kaki gunung Gadjah Mungkur. Gunung Gadjah Mungkur…
Malam yang hening di tahun 1974. Hujan rintik beserta angin segar meniup lembut. Kami naik becak berdua di jalan Slamet Riyadi Solo. Baru saja mengantar Galuh ke…
Recent Comments