Kupret el Kazhiem

Budak

Budak

Siapa aku, tanyamu…Aku adalah aku…Basi! Katamu…Aku berpikir maka aku ada…Kuno! Lalu siapa? Jangan tanya, kenali saja…Inginmu mendengar narsisku…Tak mungkin menenggelamkan diriku…Sebegitu saja? Selidikmu lagi…Aku bicara seadanya…Baiklah, aku ini binatang jalang…Plagiat murahan!

Pseudo

Pseudo

Benar katamu tentang cinta…Suatu penyakit, jika kau bertanya apa …Yang tertular tak ingin diobati…Yang menderita tak ingin disembuhkan
yang tak seorangpun ingin terlepas darinya…Begitu banyak perpisahan…Berbagai kisah indah bubrah….Cinta tak henti menyakiti…Terus dicandui para pemuja…Juga yang mau coba-coba…

Curiga

Curiga

Untukmu Hawaku…Izinkan kulahap buahmu…Bermanja di pelataran bibirku…Menawar pahit lidahku…Berlabuh di gurun nafsuku…Darimu citraku terpancar…Di bawah tiga belas bintang…Di antara matahari dan bulan…Anggur dan madu susui dahagaku…Mengapa kau menyapihku ketika Dia datang? Takutkah engkau padaNya,…

Kepada Cinta yang Mati

Kepada Cinta yang Mati

Kepada cinta yang mati…Yang teracun madu bini…Yang malam panjangnya kucuri…Yang pagi lelahnya menanti…Apa peduliku dengan kilat dan duri? Bawakan cawanmu berisi benci…Tanpa ampunan terangku kaucaci…Maafkan matahariku terselubung sunyi…Barangkali aku tak bersungguh hati…Di uzur waktu…

Telan Agamamu

Telan Agamamu

Untuk Ibu, Masih lekat hardik Ayah di benak saatku tak mengaji…Masih mengendap ingatan rotan yang menghantam…Di ruang gelap dia mengunci sadarku tuk mengusir setan…Di atas sejadah dia benamkan wajahku tuk menyembah…Dia puja diri-Nya demi surga mahligai keegoisan…Mengapa kau mencintainya…