Liana Safitri

[Di Ujung Samudra] Kekasihku adalah Adikku

[Di Ujung Samudra] Kekasihku adalah Adikku

Mungkin itu juga yang terjadi pada Franklin. Sudah lama ia tidak melihat Fei Yang, membuatnya harus kembali jalan-jalan sendirian. Kenapa? Apakah Fei Yang merasa malu karena kejadian di toko buku Eslite sehingga berusaha menghindari Franklin? Padahal Franklin pun merasa bersalah pada Fei Yang…

[Di Ujung Samudra] Teman dalam Kesendirian

[Di Ujung Samudra] Teman dalam Kesendirian

Tepatnya sejak Lydia menikah dengan Tian Ya kemudian Franklin tinggal di sebelah rumah Fei Yang. Hidup sendiri sangat kesepian dan Franklin harus melakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya. Apalagi sekarang urusan pekerjaan di Taiwan sudah selesai. Karena tidak ada kegiatan, hampir setiap…

[Di Ujung Samudra] Bahagia Tumbuhkan Luka

[Di Ujung Samudra] Bahagia Tumbuhkan Luka

Tidak tahu apakah cuaca bisa benar-benar berpengaruh pada suasana hati seseorang, tapi Tian Ya merasa Lydia sangat berbeda hari ini. Ia tidak membangunkan Tian Ya pagi-pagi sekali seperti yang biasa dilakukan. Lydia hanya meletakkan secangkir kopi panas di meja sehingga aroma kopi itulah…

[Di Ujung Samudra] Sayang, Kau di Mana?

[Di Ujung Samudra] Sayang, Kau di Mana?

Sedangkan di rumah Lydia jadi kesal sendiri karena Tian Ya tidak dapat dihubungi. Kesal atau menyesal? Entahlah, mungkin keduanya! Tidak seharusnya ia marah sampai menyuruh Tian Ya tidur di luar. Hampir dua hari Tian Ya tidak pulang. Entah pergi ke mana? Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Bagaimana…

[Di Ujung Samudra] Tangan Berlumur Darah

[Di Ujung Samudra] Tangan Berlumur Darah

Terjadilah perkelahian sengit satu lawan satu. Begitu melihat wajah Xiao Long, bayangan Lydia juga muncul di benak Tian Ya. Darah yang menetes di antara kedua kaki Lydia saat Tian Ya menemukannya dalam keadaan pingsan di hari kelam itu, dan suara rintihannya saat jari-jari Tian Ya menelusuri luka…

[Di Ujung Samudra] Usang Namun Terkenang

[Di Ujung Samudra] Usang Namun Terkenang

SEPENINGGAL Fei Yang, Franklin duduk termangu-mangu. Lydia keguguran. Meski Fei Yang berkata kalau keadaan Lydia sudah lebih baik, namun Franklin tetap merasa tidak tenang. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Franklin sangat ingin bertemu Lydia, lima menit saja. Tapi bagaimana dengan Tian Ya?

[Di Ujung Samudra] Sisa-sisa Penyesalan

[Di Ujung Samudra] Sisa-sisa Penyesalan

Sudah satu minggu sejak Lydia keluar dari rumah sakit, Tian Ya harus membantu mengobati luka-luka di sekujur tubuhnya. Sementara Lydia berbaring menelungkup dengan punggung terbuka sambil menahan sakit. “Apa Dokter Chou hanya memberikan obat salep? Apa tidak ada obat lain yang cukup diminum saja?”

[Di Ujung Samudra] Iblis dari Neraka

[Di Ujung Samudra] Iblis dari Neraka

Lydia melotot, buru-buru menutup pintu kembali. Tapi Xiao Long yang lebih kuat mendorong pintu sampai terbuka, kemudian masuk ke dalam rumah. Senyum licik mengembang di wajah Xiao Long ketika mendekati Lydia selangkah demi selangkah, sementara Lydia mundur setindak demi setindak. Pemandangan…