masopu

[Xixi Diary Sang Superstar] Rencana Menantang Karma

[Xixi Diary Sang Superstar] Rencana Menantang Karma

“Kamu tidak usah khawatirkan hal itu nak. Aku akan berusaha memberikan pemahaman yang baik kepada mereka. Dan aku yakin mereka akan menyadarinya. Yang terpenting sekarang luruskan saja niatmu untuk terus berjuan di jalan-NYA nak. Aku hanya bisa mensupport setiap rencana baik yang akan kamu…

[Xixi Diary Sang Superstar] Mengejar Waktu yang Tersisa

[Xixi Diary Sang Superstar] Mengejar Waktu yang Tersisa

Waktu terus berlalu. Xixi terus menikmati hari-harinya dengan berbagai kegiatan sosialnya. Tak dipedulikannya berapa banyak waktu yang akan terbuang untuk hal itu. Yang terpenting sekarang adalah mengisi waktu-waktu yang tersisa di antara jedanya mencari pengobatan. Seperti nasehat Haji Rahmat…

[Xixi Diary Sang Superstar] Ikhtiar Seorang Ayah

[Xixi Diary Sang Superstar] Ikhtiar Seorang Ayah

Sejuk udara pagi berhembus perlahan dari arah pepohonan pinus. Aromanya yang segar perlahan menjalar ke seluruh tubuh Xixi bersama tiap sesapan nafasnya. Lelah yang sempat terasa selama dalam perjalanan akhirnya tertuntaskan. Jalanan berbatu yang dilaluinya menjelang sampai ke tujuan, membuat perjalanan…

[Xixi Diary Sang Superstar] Cahaya Kasih Seorang Ayah

[Xixi Diary Sang Superstar] Cahaya Kasih Seorang Ayah

“Xi bapak turut prihatin atas semua yang kamu alami saat ini. Sejujurnya bapak tak mengharapkan hal ini menimpamu. Di sisi lain bapak juga merasa bersyukur atas semua yang kamu jalani. Dengan semua kejadian ini, Allah mengembalikanmu kepada kami. Bapak bersyukur kamu masih bisa diberi kesempatan…

[Xixi Diary Sang Superstar] Kepulangan

[Xixi Diary Sang Superstar] Kepulangan

Jarak pandang semakin tak terbatasi, saat kaki-kaki lincah Xixi berjalan perlahan menapaki sebuah halaman rumah mungil nan asri. Rumah mungil dengan hiasan kembang melati, mawar dan bougenville yang tertata rapi. Sayup-sayup suara kokok ayam menyambut pemutaraan kaset qiro’ah dari masjid di dekat rumah…

[Xixi Diary Sang Superstar] Oase di Tengah Kegersangan

[Xixi Diary Sang Superstar] Oase di Tengah Kegersangan

Pak Kiai yang melihat itu segera menghiburnya. Kata-katanya yang menyejukkan hati, membuat Xixi sedikit demi sedikit melupakan rasa bersalahnya. Bahkan kini setelah mendengar pencerahan darinya, dirinya bertekad untuk pulang dan memohon ampunan atas semua salahnya di masa lalu. Seperti nasehat pak kiai…

[Xixi Diary Sang Superstar] Jiwa yang Terlahir Kembali

[Xixi Diary Sang Superstar] Jiwa yang Terlahir Kembali

Hari-hari Xixi kini telah berganti. Fajar baru dalam hidupnya telah menyingsing di ufuk timur, memindai lembar demi lembar selaput kegelapan yang telah merongrong jiwanya. Perlahan cahaya iman yang pernah tersingkir, kini semakin kuat menyinarinya. Sinar matanya yang kuyu dengan hiasan hitam di sisi-sisi…

[Xixi Diary Sang Superstar] Turning Point

[Xixi Diary Sang Superstar] Turning Point

Kalimat-kalimat dari penceramah itu begitu mengena di hatinya. Kajian dengan bahasa yang santun dan halus terasa seperti butiran embun yang membasahi dahaganya. Hatinya yang lama terbuai oleh kenikmatan duniawi perlahan luruh dalam sesalan tak bertepi. Sepasang kakinya yang biasanya kokoh menantang…