Perpeloncoan, Yang Saya Ingat
Perpeloncoan, itu kata yang saya tahu dan orang-orang menggantinya dengan nama-nama yang lebih halus seperti MOS (Masa Orientasi Siswa), Bakti Kampus, Orientasi Studi maupun Pengenalan Kampus.
Perpeloncoan, itu kata yang saya tahu dan orang-orang menggantinya dengan nama-nama yang lebih halus seperti MOS (Masa Orientasi Siswa), Bakti Kampus, Orientasi Studi maupun Pengenalan Kampus.
Terkadang kita akan terjebak menilai kalau novelnya itu kisah nyata atau non-fiksi karena Pram cerdas mencomot setting waktu, tempat dan tokoh yang nyata dalam setiap novelnya…
Sejarah masih terulang sampai sekarang. Jakarta ternyata juga masih sama saat Batavia dulu, kala begitu beringas menggusur rumah orang-orang miskin dan pedagang kaki lima tapi tiada bernyali menghadapi penguasa dan pengusaha yang terlibat korupsi…
Menu khas yang mewah dan karenanya mahal itu bahan dasarnya adalah bekicot.Teman-teman dari Afrika bergidik mendengar menu makanan dari bekicot itu. Mereka jijik membayangkan binatang melata…
Indonesia beruntung memiliki pendahulu-pendahulu yang cemerlang, idealis dan mendudukkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan golongannya. Kita beruntung memiliki para pendahulu yang seringkali berkarakter hampir menyerupai sufi ketimbang penguasa…
Osa Kurniawan Ilham Tahun 1996 adalah saat-saat puncak kepemimpinan Pak Harto, juga saat ketika saya lulus kuliah di Surabaya. Suatu hari di dalam bis kota dari terminal Bungurasih ke kampus saya mendengar pembicaraan 2 mahasiswa. Dalam pembicaraan mereka saya menguping seseorang di antaranya menyarankan temannya untuk tidak usah idealis. Sekarang mereka kuliah toh untuk bekerja. [...]
Osa Kurniawan Ilham – Balikpapan Seperti yang sudah saya tuliskan di tulisan sebelumnya bahwa Maarschalk en Gouverneur Generaal Herman Willem Daendels sebenarnya dikirim ke Hindia Belanda mewakili kekuasaan Raja Lodewijk yang pada dasarnya adalah atas nama Kaisar Perancis Napoleon Bonaparte. Daendels menginjakkan kaki di pantai Anyer sebagai bule tak dikenal pada tanggal 5 Januari 1808 [...]
Dan itulah mengapa, kami masih bisa menemukan hutan alami yang masih asli dan nyaris belum tersentuh serakahnya species Homo Sapiens, macam kita-kita ini…
Tapi seringkali kita jumpai produk impor lebih murah dibandingkan produk lokal sehingga banyak di antara kita yang lebih memilih produk impor karenanya. Kenapa produk kita lebih mahal ? Beberapa orang pintar beralasan karena tingginya ongkos produksi yang melibatkan biaya siluman…
Osa Kurniawan Ilham Setelah hari pertama berlalu dengan mengunjungi Pasar Tomohon, Waruga dan Taman Nasional Tangkoko, inilah hari yang kami tunggu-tunggu. Bagaimana tidak, pada hari Minggu itu kami akan mengunjungi obyek wisata yang sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia. Apa lagi kalau bukan Bunaken ? Jam 7 pagi kami meninggalkan Onong Palace menuju pantai Manado. [...]
Osa Kurniawan Ilham Saya bukan sarjana hukum, apalagi ahli hukum atau filsafat. Tapi fakta yang dipaparkan dalam sebuah buku renungan pagi tanggal 2 November 2009 menyisakan sebuah hal yang patut saya pikirkan. Sebuah laporan dari United Nations Office on Drugs and Crime (Kantor PBB untuk Masalah Obat-obatan Terlarang dan Kriminal) pada tahun 2008 melaporkan bahwa [...]
Tampaknya sejarah mencatat bahwa Bung Karno-lah yang memasyarakatkan akronim dalam keseharian kita. Bung Karno gemar menyederhanakan sebuah istilah, slogan atau kalimat apapun dalam sebuah akronim untuk memudahkan diingat, dipahami dan diucapkan oleh rakyat kebanyakan…
MESTAKUNG (Semesta Mendukung). Banyak fenomena yang menjadi bukti adanya teori tersebut. Kalau Anda menaburkan pasir secara vertikal, lihatlah bahwa butiran pasir secara mengherankan akan menata dirinya sendiri hingga menghasilkan bentuk kerucut…
fakta bahwa di dunia ini negara terkaya adalah negara muslim, sementara negara termiskin adalah negara muslim pula. Jadi apa yang salah sehingga ketimpangan ini terjadi ? Begitulah kalau Pak Jusuf Kalla menantang kita untuk berpikir…
Komentar Terbaru