Re Ranting

Catatan Reda #5

Catatan Reda #5

Re Ranting     Catatan sebelumnya: Catatan Reda #1 Catatan Reda #2 Catatan Reda #3 Catatan Reda #4   Kita bicara tentang ruang. Sesuatu yang diciptakan oleh sekat. Sementara kau ingin semesta. Memeluk hampa. Meniadakan grafitasi. Mengasingkan diri dalam solitude.  “Tanpamu, aku hampa. Tanpa Tuhan, aku tiada.” Ucapmu. Mengemasi piring kotor di atas mini bar.  […]

Catatan Reda #2

Catatan Reda #2

Re Ranting   Catatan sebelumnya: Catatan Reda #1   Kau selalu menguji: akankah hati terbagi-bagi? Lewat retina birumu, kutemukan telaga. Ia menggenang. Menampilkan tenang. Meski kutahu di kedalamannya tersimpan tumpukan dedaunan, ranting-ranting bahkan batang pohon yang melapuk.  Entah apa yang kau cemburui. Apa pula yang kau takutkan ketika semua detik yang kumiliki saat ini adalah milikmu? […]