Tantripranash

Halte Berdebu di Ujung Senja

Halte Berdebu di Ujung Senja

Bis kota berhenti dan Biya bersiap melangkah masuk bis yang penumpangnya sudah berjubel. Masih sempat didengarnya teriakan si penyair beberapa detik sebelum Biya meningglkan halte berdebu itu, “Apakah tuan-tuan di singgasana sejenak menolehkan kepala?”

Obrolan Kodir dan Markonah

Obrolan Kodir dan Markonah

Kodir sang mahasiswa, terkejut mendengar bentakan gadis hitam manis yang duduk di sebelahnya. Panasnya udara musim kemarau membuat warung makan terasa pengap benar. Suasana hiruk pikuk pada jam istirahat pabrik menambah ricuh suasana. Kodir baru…

Negeri Tanpa Tawa

Negeri Tanpa Tawa

Hujan deras menggila. Kilat menyambar-nyambar. Angin menderu-deru di luar, kadang terdengar seperti lolongan hewan yang kesakitan. Jam dinding baru saja berdentang delapan kali, tetapi malam terasa sudah larut benar. Sedikit gemetar, aku duduk di pojok ruangan…

Orang-orang Kalah

Orang-orang Kalah

Kutarik nafas dalam-dalam dan perlahan kulangkahkan kaki menjauhi tempat itu. Doa-doa dalam hatiku membumbung naik ke langit. Jiwaku terasa ringan melayang ke awan. Selama ini kukira aku memang orang kalah dalam kehidupan. Hidup pas-pasan dan tak punya masa depan…

30 Hari Keliling Sumatra

30 Hari Keliling Sumatra

Keliling Sumatra selama 30 hari, Apa anehnya? Setiap orang bisa melakukannya bila punya dana dan waktu. Seorang perempuan melakukan perjalanan sendirian? Juga tak ada yang istimewa dengan hal ini. Namun Ary Amhir membuat bukunya berbeda dengan remah-remah…

Lelaki dan Cobek

Lelaki dan Cobek

Cobekku pecah! Aku terperangah. Piranti dari batu itu terbelah dua dengan pinggiran tak rata. Padahal hanya kupukul sekali dengan muntu penggilasnya. Lebih tepatnya bukan dipukul tapi diketuk agak keras untuk menghaluskan butiran bawang putih sebagai…