Vianney Leyn

Surat untuk Ibu

Surat untuk Ibu

Pada semilir angin yang membelai bulir-bulir salju…kuucapkan selamat pagi, siang, sore, malam atau situasi apa…saja ketika ibu membaca suratku ini…Mungkin ibu merasa terkejut akan ucapan selamat…yang mengatasnamai setiap putaran waktu;…itulah kekuatan cinta yang…menembus batas ruang dan waktu,

Poppy

Poppy

Poppy, Kau janji temukan aku malam ini…Pada ubin-ubin serambi „Douglas“…Yang menyimpan ribuan jejak petualang dan penyair…Segala penjuru planet bumi…Aku masih hati-hati melangkahi malamku…Sambil menghitung ubin-ubin dan mencari…Pada ubin mana kau tinggalkan jejak bau tubuhmu yang masih kuingat…

Sepotong Pesan pada Salju

Sepotong Pesan pada Salju

Kau tuliskan aku pesan pada mekar salju pagi ini…Mendandani musim-musim percintaan kita yang tak tentu…Dengan abjad rindumu di karang bunga es…Tapi kupu-kupu enggan datang lagi…Selepas tinggalkan pesan di pucuk musim dingin…Datang mengajar pikirku membaca rasamu
Hingga kelopak jiwa kita…

Surat untuk Ibu

Surat untuk Ibu

Aku tahu perasaan ibu, tentang rindu yang terus mengalir di nadi untuk berjumpa, untuk berkumpul kembali dalam rumah di dusun kecil itu sambil menyanyikan „dolo-dolo“ di tepian tungku yang mungkin telah lama sepi. Tetaplah yakin pada Sang Waktu dan jangan mempersalahkannya. Ia punya…

Di Balik Salju

Di Balik Salju

Tuhanku sayang, dalam gigil rindu maha rindu…kupanggil namanya…PadaMu jua kupanjatkan madah rindu pagi ini…Lewat angin yang gemetar
Antara buturin salju yang luruh…Tiada kata terdengar…Tiada suara terbaca…Tiada jawab terpuaskan…Mungkinkah mata hati, kuping yang menawan lembut…

Aku, Dia dan Gereja Tua

Aku, Dia dan Gereja Tua

Pada ceruk kathedral tua, kutabur cerita ini…Cerita tentang namamu Dan seperti gereja tua ini yang menyimpan ribuan cerita di balik decak kagum, bangga dan rasa cinta para pengunjung atas keanggunan, kemegahannya dan estetika gotik-nya, biarlah nama ini juga menjadi cerita untukku…Aku, dia dan Gereja tua…

Di Gerbong Halte

Di Gerbong Halte

Kau cium aku di gerbong kereta senja…Melaju atas rel waktu berbalut kabut…Antara sepi kita yang bersahut-sahut…Nyanyikan rindu tanpa suara…
Kau cium aku di gerbong kereta senja…Dengan peluk yang kian manja…Hingga tak dengar tiktok hujan…Di kaca jendela memanggil ke awan…Katanya ‘tuk…