Vianney Leyn

Lilin Advent

Lilin Advent

Hanya dengan cahya lilin kita menanti…Di pijarnya kita membakar…malam-malam kita yang berkeluh kesah…Hanya dengan cahya lilin…kita berdiang di pijarnya…pada lidah apinya kita berkata-kata…dan kata pun melebur dalamnya…Biarkan kita pun turut terbakar bersamanya…juga rindu kita yang kian menggigil…

Lucia (Gadis di Balik Kaca)

Lucia (Gadis di Balik Kaca)

Kau gadis Italia yang pernah kudengar…Di bias cahya mentari, rembulan dan bintang…Jatuh teteskan namamu satu demi satu…Atas ubun-ubunku mengedap…Rambutmu berderai sampai ke telingaku…Tubuh tersiram kemilau cahya…Berpendar di pori-pori tubuh…Dan di matamu kau teteskan namamu…

Antara Köln dan Paderborn

Antara Köln dan Paderborn

Antara Koln dan Paderborn…Rindu kita memuai…Pada rel kereta…Seperti daun kemarau…Gugur menjadi tiada…Jiwa kita digilasnya…Tapi ada yg tertinggal…Di stasiun itu…Mengeja sepi…Pada rel kereta…Seperti daun kemarau…Gugur menjadi tiada…Jiwa kita digilasnya…Tapi ada yg tertinggal…Di stasiun itu…Mengeja sepi…

Monniken

Monniken

Monniken … Kau bangkitkan rinduku berbelit…antara tirai serambi jantung asmaramu merah berderit…hendak bebas meliuk pergi tiada menjerit
Monniken … Aku di sayap cintamu terhimpit…Tapi tak ingin jadi tawanan cintamu pahit sengit…Dengan sisa rindu kita yang hendak pamit…Mari terbang ke langit…Aku melamarmu malam ini…