wendly jebatu

Rembulan Menangis

Rembulan Menangis

Rumah bambu itu ternyata rumahku dan perempuan itu, ternyata engkau, Angel. Aku hanya bisa pasrah. Dalam heningku sepanjang hari ini, aku memikirkan lagu apa yang tepat untuk kupersembahkan buat mengantar kepergianmu. Pada tengah malam tanggal 23 bulan 2, 4 hari setelah aku menerima suratmu…

Senandung Rindu di Ujung Malam

Senandung Rindu di Ujung Malam

Senja baru saja berlalu bersama perginya sang mentari pulang ke peraduannya. Kepergiannya menyisahkan seberkas kabut jingga di atas bukit tepi barat di atas puncak Poco Likang tempat mentari bersandar saban senja. Kesejukan angin senja berganti dan dinginnya malam pun tiba. Sungguh dingin!

Hamba Tuhan

Hamba Tuhan

Pertemuan awal terjadi di terminal Bus tengah Kota Dingin itu. Kami bertemu begitu saja, tanpa ada rencana. Semua karena kebetulan. Dia datang dari mana dan hendak ke mana, aku tidak tahu. Perkenalan pun diawali dengan identitas anonim. Ya! Anonim. Kami berdiri begitu lama tanpa sepatah kata pun…

Tsunami

Tsunami

Dia datang pada sebuah subuh. Kampung masih sepi. Semua orang masih terlelap dan mungkin terbuai mimpi jelang mentari terbit. Kampung itu memang kampung tidur. Hampir semua penghuninya dibangunkan oleh seberkas sinar mentari pagi yang menerobos masuk lewat jendela atau cela pelupuh dari bambu…

1 2 3